Sabtu, 07 Februari 2015

Aku Ragu

Ketika ombak menggulung
Dan membawa perasaanku ke tepi hatimu
Aku ragu akan pantainya
Sontak apakah aku abaikan saja rasa ini?

Hayalku hanya kamu
Yang datang seperti burung merpati
Membawa secarik kertas dihiasi dengan tinta
Dan terbaca bahasa yang tak ku mengerti

Sudah berkali-kali emosi ini bak api yang menyantap kayu
Menjadi abu dan berdebu
Semu luka ditorehkan dengan cinta
Namun apakah itu berdarah?

Lantas apa saja yang tak ku mengerti isi dunia?
Semua seperti pasir yang berhambur
Semakin digenggam semakin rapuh
Dihapus ombak menjadi luluh

Hmmm rasanya ingin ku nikmati seluruh tubuh ini dengan air suciNya
Sudah lama kening ini tak tersentuh akan lembutnya permukaan
Dan bibir ini mulai ku hiasi dengan kata rinduku kepadaNya

Ku fikir teka-teki itu akan terjawab
Dengan ku pasrah
Dan berserah diri kepadaNya